Doktrin Truman dan Awal Perang Dingin Dunia

Shared tulisan

Eropa Hancur Setelah Perang Dunia II

Di Prancis dan Italia, partai-partai Komunis memenangkan dukungan besar dalam pemilu pascaperang pertama.

Di Yunani, gerilyawan kiri yang sebelumnya melawan pendudukan Nazi menolak melucuti senjata dan menolak pemerintahan yang dibentuk di bawah pengaruh Inggris. Perang saudara pun pecah.

Ketegangan juga muncul di Turki dan Iran. Uni Soviet menuntut akses terhadap jalur laut strategis Turki. Di Iran utara, Partai Tudeh yang dipimpin kaum kiri tumbuh menjadi kekuatan politik besar.

Situasi ini membuat Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman, mengambil langkah keras terhadap Soviet.

Doktrin Truman dan Lahirnya Perang Dingin

Pada Maret 1947, Truman meluncurkan Truman Doctrine. Doktrin ini menjadi titik awal resmi Perang Dingin.

Antikomunisme kemudian berkembang bukan sekadar sebagai perbedaan ideologi, tetapi menjadi keyakinan bahwa komunisme adalah ancaman global yang dikendalikan langsung dari Moskow.

Muncul anggapan bahwa Joseph Stalin ingin menginvasi Eropa Barat dan mendorong revolusi di seluruh dunia.

Namun kenyataannya jauh lebih rumit.

Stalin, Tito, dan Konflik di Dalam Gerakan Komunis

Dalam kasus Yunani, Stalin justru meminta kaum komunis Yunani mundur dan menerima pemerintahan yang didukung Inggris. Mereka menolak.

Di Prancis dan Italia, Stalin meminta partai-partai komunis meletakkan senjata dan mereka mematuhinya.

Di Yugoslavia, Josip Broz Tito bahkan menolak tunduk pada Stalin hingga menyebabkan konflik besar dengan Moskow.

Hal yang sama terjadi di Iran dan Turki. Soviet justru memilih menahan diri agar tidak memancing konflik langsung dengan Amerika Serikat.

Semua ini menunjukkan bahwa gerakan kiri dunia tidak selalu bergerak sebagai satu komando tunggal dari Moskow.

Marshall Plan dan Strategi Amerika Serikat di Eropa Barat

Namun situasi politik domestik Amerika Serikat membuat retorika antikomunisme terus membesar.

Ketakutan publik terhadap komunisme menjadi alat politik yang sangat efektif. Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Arthur Vandenberg, bahkan pernah menyarankan Truman agar “menakut-nakuti rakyat Amerika setengah mati” mengenai ancaman komunisme.

Di Yunani, pemerintah sayap kanan mendapat dukungan penuh Washington. Amerika Serikat membantu operasi militer menggunakan napalm terhadap gerilyawan kiri yang sebelumnya melawan Nazi.

Di Eropa Barat, AS meluncurkan Marshall Plan pada 1948 untuk membangun kembali ekonomi negara-negara kapitalis seperti Prancis, Italia, Belanda, Belgia, dan Jerman Barat.

Marshall Plan sangat berhasil. Selain memulihkan ekonomi Eropa Barat, program itu juga memperkuat pengaruh politik Amerika Serikat.

Iron Curtain dan Dunia yang Mulai Terbelah

Pada akhir 1940-an, dunia mulai benar-benar terbelah. Eropa Timur berada di bawah pengaruh Soviet, sementara Eropa Barat masuk dalam orbit Amerika Serikat. Winston Churchill kemudian menyebut pembelahan itu sebagai Iron Curtain atau “Tirai Besi”.

Namun sejarah sebenarnya jauh lebih kompleks dibanding narasi hitam-putih yang berkembang saat itu.

Tidak semua gerakan kiri tunduk pada Soviet. Tidak semua intervensi Barat dilakukan demi demokrasi. Banyak konflik pada masa itu pada akhirnya lebih merupakan perebutan pengaruh geopolitik global dibanding sekadar pertarungan ideologi.

Mengapa Pola Perang Dingin Masih Terasa Hingga Hari Ini

Dan menariknya, meski musuhnya tidak persis sama, pola itu justru semakin terasa hari ini.

Ketakutan publik masih terus diproduksi. Musuh bersama terus diciptakan. Opini dibentuk melalui media, propaganda, dan narasi ancaman global.

Negara-negara semakin sulit bersikap netral karena tekanan geopolitik, ekonomi, dan keamanan internasional semakin besar.

Dunia terus berubah. Tetapi logika perebutan pengaruh, pembentukan ketakutan, dan pertarungan menentukan arah dunia tampaknya tidak pernah benar-benar hilang.

Ditulis ulang dan disarikan dari buku The Jakarta Method. Washington’ s Anticomunist Crusade and the Mass Murder Program that Shaped Our World Today, 2020. Karya Vincent Bevins.

llustrasi dan pengeditan akhir dibantu oleh AI.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top